Berjumpa Promotor dan Ajakan Kembali ke HI
Sejak bulan berganti ke April, saya sudah mulai agak sedikit panik karena proposal yang saya gadang-gadang akan kerjakan selama di Makassar, seperti yang saya prediksi bisa dibilang nol besar. Kalaupun ada kemajuan, itu hanya serupa imaji yang saya bangun di kepala untuk menyenangkan hati dan sekaligus membenarkan aktivitas leha-leha sejak berakhirnya semester satu akhir tahun lalu. Yang agak bikin panik sebenarnya karena saya belum pernah sama sekali berjumpa promotor. Padahal keputusan untuk lanjut atau tidak dengan ide yang mulai saya garap sejak awal tahun soal artivisme dan politik kewargaan separuhnya akan sangat bergantung dari pertimbangan promotor dan co promotor saya. Karena itu sejak awal April, saya mulai mewacanakan ke komrad soal rencana balik ke Jogja. Rencana ini semakin kuat saat Mbak Ocha, mulai bertanya via grup WA angkatan kami soal perkembangan proses bimbingan. Saat itu saya lalu mengabari Mbak Ocha kalau saya sama sekali belum pernah bimbingan dan meminta al...








