Almost Book Shop dan Buku Buku yang Menemui Pembeli

Sebagai toko buku yang “almost book shop”, KBJ sejak lama memang selalu tampak tidak serius menjual buku, maka pencapaian hari ini perlu saya tuliskan. 

Eh, pernyataan serius tidak serius menjual buku sebenarnya masih bisa diperdebatkan sih, saya ingat betul KBJ punya pemasukan yang cukup untuk membiayai listrik, air, gorengan dan es teh saat diskusi kecil di garasi, bahkan seperdua kontrakan rumah yang kami tinggali bersama. Saya kurang jelas lagi mengingat apakah itu hasil penjualan buku atau penjualan CD. Tapi daripada buku, koleksi CD di KBJ memang jaaaauh lebih banyak. 

Ah, jadi ingat masa masa saya mencatat pembelian di buku besar seukuran A3 setiap ada yang membeli. D sana juga tertera nama nama teman yang mengambil buku atau CD tapi belum bisa membayar. Hahaha, kami bangga pernah memfasilitasi anak anak muda yang berani mengutang buku dan membayarnya sedikit demi sedikit. 

Seingat saya, semua utang terbayar lunas hingga kegiatan jual beli buku dan CD ini nyaris tidak lagi kami kerjakan di KBJ. Padahal dia Kedai Buku loooh, heran saya 😅

Beberapa hari lalu, seorang bapak menelpon. Menanyakan kesediaan saya menyimpan buku buku jualan di unit bisnisnya di kampus. Sebenarnya ini sudah lama ditawarkan, tapi kami tidak menindaklanjutinya entah karena apa. 

Tanpa pikir panjang, saya mengiyakan. Toh daripada buku hanya tersimpan di KBJ dan sama sekali tidak terpajang, lagian kita tidak rugi apapun. 

Kemarin, saya langsung menyortir beberapa buku. Ternyata masih banyak buku yang memang bagus dan layak jual. Dibantu Amy, buku buku langsung diberi harga. Dengan miring tentunya. Amy, sembari menyusun dan menulis harga, menyematkan foto foto buku itu di medsosnya. 

“Kak, ada yang beli 1 buku” saya tersenyum. Waah kabar baik. Tidak lama kemudian, 

“Kak, ini temanku mau beli 10 buku” Saya langsung takjub. 

Saya tidak menyangka, rezeki KBJ terbuka lewat buku buku yang memang sudah lumayan berdebu di rak buku, namun masih sangat layak baca dan koleksi. 

Saya bersyukur bukan hanya karena penjualan buku itu, tapi hal tersebut membuat saya bersemangat karena buku buku ini akhirnya menemui pembeli dan selanjutnya mungkin pembacanya. 

Buku buku yang sejak kami di Moncongloe, tetap kami pajang untuk dijajakan tapi tidak mencolok bahkan tidak kelihatan.

Transaksi kemarin, seperti memanggil semangat masa muda kami yang percaya bahwa buku buku bisa menghidupi KBJ, bahwa untung  receh 5.000 atau lebih per buku bisa kami pakai untuk tetap ada, membuat kegiatan setiap pekan di teras rumah. 

Sungguh senang, dipertemukan kembali dengan semangat itu. Terima kasih untuk bapak yang mengajak kami kembali menjual buku dan untuk pembeli KBJ kemarin. Sungguh, hal tersebut sangat berarti bagi saya.

Ibu Nhytha

Moncongloe, 20 Mei 2026

Komentar

Postingan Populer